Sebuah
tipikal dari system xPON terdiri dari:
1. Optical Distribution Network (ODN)
Konfigurasi
jaringan optik atau kadang disebut dengan istilah ODN (Optical Distribution Network) adalah jaringan optik antara
perangkat OLT sampai perangkat ONU/ONT. Komponen ODN terdiri atas kabel optik
dan passive splitter. Level
sinyal optik (optical budget)
yang distandarkan adalah 28 sd. 29 dB. Jarak maksimum yang bisa dilayani 20 km
dengan aturan pemecahan jaringan optik (splitting ratio) 1:32, 1:64 dan 1:128
dengan jumlah level splitting ratio maksimum
2 level.
Transmisi
gelombang optik pada jaringan PON menggunakan 3 panjang gelombang untuk membawa
sinyal komunikasi dengan memanfaatkan perangkat WDM (Wavelength Division Multiplexing).
Sinyal optik pertama dengan panjang gelombang 1490 nm digunakan untuk transmisi
sinyal arah downstream, sinyal
optik kedua dengan panjang gelombang 1310 nm sebagai sinyal tansmisi upstream dan sinyal optik ketiga
dengan panjang gelombang 1550 nm digunakan sebagai sinyal transmisi analog.
Jenis kabel optik yang dipakai mengacu kepada standar kabel optik ITU-T G.652.
Dalam kaitannya dengan kemampuan jarak operasi FTTx dan jumlah ONU yang bisa dihandle, jaringan outside plant optik untuk FTTx
dikelompokkan dalam beberapa kelas, yaitu class A, B dan C. Berdasarkan hasil
evaluasi teknis RFI, para vendor umumnya
menggunakan class B atau B+ untuk sistem FTTxnya. Class B+ yang dimaksud adalah
ODN dengan kemampuan jarak operasi 20 km dengan kemampuan menangani ONT sampai
dengan 32 ONT.
2. OLT
(Optical Line Terminal)
OLT
menyediakan interface dengan
sisi jaringan yaitu Tributary Unit (TU)
dan dihubungkan dengan satu atau lebih ODN (Optical Distribution network). TU menyediakan pula port 2 Mbps yang menggunakan interface V5.1 yang sesuai dengan
rekomendasi ITU-T G.703. Setiap perangkat OLT dapat menerima TU dari beberapa
jenis layanan.
Blok
fungsional OLT terdiri dari 3 block,
yaitu:
·
PON Core shell. Block ini
terdiri dari 2 bagian yaitu ODN interface
function dan PON TC function.
·
Cross-connect Shell. Menyediakan koneksi antara PON core shell dan Service
shell. Fungsi dari cross
connect memilih mode GEM, ATM, atau Dual.
·
Service Shell. Shell ini sebagai translator
antara service interface dan
TC frame interface pada PON.
3. PS (Passive Splitter)
Splitter pada
PON dikatakan pasif sebab optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan
terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga sifatnya idle dan cara kerjanya membagi daya optik sama rata. Jenis-jenis
splitter antara lain adalah :
1: 2, 1 : 4, 1 : 8, 1 : 16, 1 : 32, 1:64, 1: 128
4. ONU (Optical Network Unit)
ONU
menyediakan interface antara
jaringan optik dengan pelanggan. Sinyal optik yang ditransmisikan melalui ODN
diubah oleh ONU menjadi sinyal elektrik yang diperlukan untuk service pelanggan. Pada arsitektur
FTTH, ONU diletakkan di sisi pelanggan. ONU dihubungkan dengan pelanggan dengan
menggunakan twisted copper pair melalui
suatu Adaptation Unit (AU) yang
menyediakan fungsi penyesuai antara ONU dan sisi pelanggan. Pada gambar di
bawah ini ditunjukkan diagram blok fungsional ONU.
TEKNOLOGI GPON (GIGABIT PON)
Teknologi
BPON mengalami penyempurnaan teknologi dengan beberapa peningkatan kemampuan di
sisi teknis dan delivery layanan.
Dikarenakan format dari yang digunakan untuk pengiriman informasi antara OLT
dengan ONU sudah berbeda dengan BPON dan APON, tidak lagi murni ATM based, maka GPON oleh ITU-T distandarkan
dengan nomor berbeda menjadi ITU-T G.984. Beberapa pengembangan yang terdapat
pada teknologi GPON antara lain :
1. Teknik enkapsulasi data informasi
menggunakan metoda GEM (GPON
Encapsulation Method).
2. Pengembangan standar keamanan
pengiriman paket AES antara OLT dengan ONU.
3. Data rate
yang dapat dikirim meningkat dengan
mode pengiriman asimetrik menjadi 2.488 Gbps downstream dan 1.244 Gbps upstream
atau simetrik 1.244 Gbps.
GPON adalah suatu teknologi akses
yang dikategorikan sebagai Broadband Access berbasis kabel serat optik. GPON
merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984 dan
hingga kini bersaing dengan GE-PON, yaitu PON versi IEEE. Rolll-out dunia,
menunjukkan GPON mempunyai dominansi market yang lebih tinggi dan roll out
lebih cepat dibanding penetrasi GEPON.
Baik GPON ataupun GEPON,
menggunakan serat optik sebagai medium transmisi. Satu perangkat akan
diletakkan pada sentral, kemudian akan mendistribusikan traffic Triple Play ke
arah subscriber. Yang menjadi ciri khas dari teknologi ini dibanding teknologi
optik lainnya semacam SDH adalah teknik distribusi traffic nya dilakukan secara
pasif. Dari sentral hingga ke arah subscriber akan didistribusikan menggunakan
pasif splitter (1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32, 1:64). Dengan metoda ini, baik CAPEX
maupun OPEX akan dapat ditekan drastis.
GPON menggunakan TDMA sebagai
teknik multiple access upstream dan menggunakan broadcast ke arah downstream.
Tiap pelanggan akan mempunyai identitas berupa T-CONT yang merupakan container
komunikasi antara OLT (Sentral) dengan ONT.
Kelebihan GPON:
·
Kapasitas lebih besar dari BPON.
·
Transmisi yang lebih efisien dari
IP/Ethernet cell
·
Jaringan distribusi optic
Sedangkan kekurangan GPON adalah:
·
Biaya untuk mengimplementasikan
teknologi membutuhkan dana yang lebih besar.
·
Dibutuhkan kerja sama dengan pihak-pihak
lainnya ketika melakukan kajian ini.
Kebutuhan
GPON mengadopsi dari teknologi transmisi passive optical dan aplikasi utamanya
adalah untuk scenario seperti Fiber To The Home (FTTH), Fiber To The Building
(FTTB), Fiber To The Office (FTTO), dan Fiber To The Mobility Base Station
(FTTM) untuk menyediakan beberapa layanan:
·
Voice
·
Data
·
Video
·
Leased
line
·
Distributed
service
GPON
Mendukung high-bandwidth transmission. Ini membantu memecahkan masalah
bandwidth bottleneck dari Access lewat twisted pairs dan mencapai konsumsi
bandwidth services, seperti high-definition TV (HDTV) dan Live Programs.
Sebagai Tambahan, GPON mendukung jarak akses yang, dimana sangat membantu untuk mengembangkan wilayah cakupan dan mengurangi Network Nodes.
Sebagai Tambahan, GPON mendukung jarak akses yang, dimana sangat membantu untuk mengembangkan wilayah cakupan dan mengurangi Network Nodes.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar