Jumat, 21 Oktober 2011

GPON


xPON adalah sebuah tipe dari point to multi-point (P2MP) passive optical network (PON).
Sebuah tipikal dari system xPON terdiri dari:
1.      Optical Distribution Network (ODN)
Konfigurasi jaringan optik atau kadang disebut dengan istilah ODN (Optical Distribution Network) adalah jaringan optik antara perangkat OLT sampai perangkat ONU/ONT. Komponen ODN terdiri atas kabel optik dan passive splitter. Level sinyal optik (optical budget) yang distandarkan adalah 28 sd. 29 dB. Jarak maksimum yang bisa dilayani 20 km dengan aturan pemecahan jaringan optik (splitting ratio) 1:32, 1:64 dan 1:128 dengan jumlah level splitting ratio maksimum 2 level.
Transmisi gelombang optik pada jaringan PON menggunakan 3 panjang gelombang untuk membawa sinyal komunikasi dengan memanfaatkan perangkat WDM (Wavelength Division Multiplexing). Sinyal optik pertama dengan panjang gelombang 1490 nm digunakan untuk transmisi sinyal arah downstream, sinyal optik kedua dengan panjang gelombang 1310 nm sebagai sinyal tansmisi upstream dan sinyal optik ketiga dengan panjang gelombang 1550 nm digunakan sebagai sinyal transmisi analog. Jenis kabel optik yang dipakai mengacu kepada standar kabel optik ITU-T G.652. Dalam kaitannya dengan kemampuan jarak operasi FTTx dan jumlah ONU yang bisa dihandle, jaringan outside plant optik untuk FTTx dikelompokkan dalam beberapa kelas, yaitu class A, B dan C. Berdasarkan hasil evaluasi teknis RFI, para vendor umumnya menggunakan class B atau B+ untuk sistem FTTxnya. Class B+ yang dimaksud adalah ODN dengan kemampuan jarak operasi 20 km dengan kemampuan menangani ONT sampai dengan 32 ONT.
2.      OLT (Optical Line Terminal)
OLT menyediakan interface dengan sisi jaringan yaitu Tributary Unit (TU) dan dihubungkan dengan satu atau lebih ODN (Optical Distribution network). TU menyediakan pula port 2 Mbps yang menggunakan interface V5.1 yang sesuai dengan rekomendasi ITU-T G.703. Setiap perangkat OLT dapat menerima TU dari beberapa jenis layanan.
Blok fungsional OLT terdiri dari 3 block, yaitu:
·         PON Core shell. Block ini terdiri dari 2 bagian yaitu ODN interface function dan PON TC function.
·         Cross-connect Shell. Menyediakan koneksi antara PON core shell dan Service shell. Fungsi dari cross connect memilih mode GEM, ATM, atau Dual.
·         Service Shell. Shell ini sebagai translator antara service interface dan TC frame interface pada PON.
3.      PS (Passive Splitter)
Splitter pada PON dikatakan pasif sebab optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga sifatnya idle dan cara kerjanya membagi daya optik sama rata. Jenis-jenis splitter antara lain adalah : 1: 2, 1 : 4, 1 : 8, 1 : 16, 1 : 32, 1:64, 1: 128
4.      ONU (Optical Network Unit)
ONU menyediakan interface antara jaringan optik dengan pelanggan. Sinyal optik yang ditransmisikan melalui ODN diubah oleh ONU menjadi sinyal elektrik yang diperlukan untuk service pelanggan. Pada arsitektur FTTH, ONU diletakkan di sisi pelanggan. ONU dihubungkan dengan pelanggan dengan menggunakan twisted copper pair melalui suatu Adaptation Unit (AU) yang menyediakan fungsi penyesuai antara ONU dan sisi pelanggan. Pada gambar di bawah ini ditunjukkan diagram blok fungsional ONU.
TEKNOLOGI GPON (GIGABIT PON)
Teknologi BPON mengalami penyempurnaan teknologi dengan beberapa peningkatan kemampuan di sisi teknis dan delivery layanan. Dikarenakan format dari yang digunakan untuk pengiriman informasi antara OLT dengan ONU sudah berbeda dengan BPON dan APON, tidak lagi murni ATM based, maka GPON oleh ITU-T distandarkan dengan nomor berbeda menjadi ITU-T G.984. Beberapa pengembangan yang terdapat pada teknologi GPON antara lain :
1.      Teknik enkapsulasi data informasi menggunakan metoda GEM (GPON Encapsulation Method).
2.      Pengembangan standar keamanan pengiriman paket AES antara OLT dengan ONU.
3.      Data rate yang dapat dikirim meningkat dengan mode pengiriman asimetrik menjadi 2.488 Gbps downstream dan 1.244 Gbps upstream atau simetrik 1.244 Gbps.
GPON adalah suatu teknologi akses yang dikategorikan sebagai Broadband Access berbasis kabel serat optik. GPON merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984 dan hingga kini bersaing dengan GE-PON, yaitu PON versi IEEE. Rolll-out dunia, menunjukkan GPON mempunyai dominansi market yang lebih tinggi dan roll out lebih cepat dibanding penetrasi GEPON.
Baik GPON ataupun GEPON, menggunakan serat optik sebagai medium transmisi. Satu perangkat akan diletakkan pada sentral, kemudian akan mendistribusikan traffic Triple Play ke arah subscriber. Yang menjadi ciri khas dari teknologi ini dibanding teknologi optik lainnya semacam SDH adalah teknik distribusi traffic nya dilakukan secara pasif. Dari sentral hingga ke arah subscriber akan didistribusikan menggunakan pasif splitter (1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32, 1:64). Dengan metoda ini, baik CAPEX maupun OPEX akan dapat ditekan drastis.
GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple access upstream dan menggunakan broadcast ke arah downstream. Tiap pelanggan akan mempunyai identitas berupa T-CONT yang merupakan container komunikasi antara OLT (Sentral) dengan ONT.
Kelebihan GPON:
·         Kapasitas lebih besar dari BPON.
·         Transmisi yang lebih efisien dari IP/Ethernet cell
·         Jaringan distribusi optic
Sedangkan kekurangan GPON adalah:
·         Biaya untuk mengimplementasikan teknologi membutuhkan dana yang lebih besar.
·         Dibutuhkan kerja sama dengan pihak-pihak lainnya ketika melakukan kajian ini.
Kebutuhan GPON mengadopsi dari teknologi transmisi passive optical dan aplikasi utamanya adalah untuk scenario seperti Fiber To The Home (FTTH), Fiber To The Building (FTTB), Fiber To The Office (FTTO), dan Fiber To The Mobility Base Station (FTTM) untuk menyediakan beberapa layanan:
·         Voice
·         Data
·         Video
·         Leased line
·         Distributed service
GPON Mendukung high-bandwidth transmission. Ini membantu memecahkan masalah bandwidth bottleneck dari Access lewat twisted pairs dan mencapai konsumsi bandwidth services, seperti high-definition TV (HDTV) dan Live Programs.
Sebagai Tambahan, GPON mendukung jarak akses yang, dimana sangat membantu untuk mengembangkan wilayah cakupan dan mengurangi Network Nodes.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar